Fenomena Cewek Pulsa dan Bisnis Baru di Kereta

by Novi on 17 March 2009

Komunikasi adalah kebutuhan dasar manusia. Sebagai bagian dari gaya hidup yang serba cepat dan ringkas seperti saat ini, tuntutan akan komunikasi portable & nirkabel handal melalui handphone ataupun yang masih menggunakan kabel tentu saja menjadi hal yang sangat penting bagi semua orang.  Tak heran bila kemudian banyak pebisnis tertarik menggarap sektor ini. Karena bisnis di bidang komunikasi mempunyai pangsa pasar yang luas dan terus berkembang. Lintas sekmen: tua muda pelajar tak terpelajar, bakul es, bakul krupuk, hingga lajang maupun duda.

Lihat saja saat orang berlomba-lomba mendirikan wartel. Meski prosentase yang diberikan Telkom sangat kecil, orang tak henti-hentinya meneruskan bisnis ini, karena setiap bulan income tambahan selalu diperoleh dengan pasti. Ketika masing-masing orang sudah punya HP, wartel masih tetap saja dipertahankan. Alasannya, sampai kapanpun orang tetap butuh komunikasi, yang artinya butuh pulsa. Sedikit gak papa, daripada tidak sama sekali.

Demikian, seakan komunikasi sudah mengalahkan kebutuhan lain. Berkembangnya teknologi komunikasi yang bertambah canggih dan mudah semakin menambah pangsa pengguna dan semakin pula mengabaikan kebutuhan-kebutuhan lain. Eksesnya juga merambah anak sekolah. Terjadi pergeseran manfaat uang saku. Saya baca-baca dan dengar-dengar, bahwa uang jajan anak-anak sekolah jaman sekarang 70% tersedot untuk beli pulsa, mengalahkan kebutuhan beli Chiki, Es Puter, dan Cimol. Pada usia diatasnya, sampai muncul istilah “cewek pulsa”, yakni cewek yang biasa “jualan” untuk membeli pulsa seluler prabayar. Demi pulsa, siswi-siswi nakal seperti ini biasa menjajakan diri kepada para hidung belang. Terungkap kali pertama di Cirebon, dan pasti sekarang sudah merambah di kota-kota lain. Tarifnya sekitar Rp 200.000.  (iklan 3.. mau.mau.mau?)

Tapi saya bukan pengamat perilaku, dan sedang tidak ingin membahas masalah-masalah sosial terkait dampak trend komunikasi. Saya hanya mengungkapkan pengamatan saya didalam Kereta Api. Sebagaimana judul diatas.

Jika bepergian dengan kereta, jangan kuatir kehabisan pulsa di perjalanan, karena didalam Gerbong selalu ada orang yang menjajakan pulsa isi ulang. Harganya cukup kompetetif, gak jauh beda dengan outlet-outlet di luar. Sayangnya jualan seperti ini hanya ada di Kereta-kereta kelas Ekonomi. Kelas Bisnis dan Eksekutif tidak ada. Saya lihat pertama sejak 2006 saat perjalanan naik Gayabaru Jakarta-Purwokerto. Saat itu yang dijual hanya kartu-kartu Perdana, karena tak butuh modal perangkat HP.

Perkembangannya yang sekarang, nampaknya anda tak perlu takut lagi kehabisan baterei, terutama bagi anda yang tak mau kehilangan kontak dengan kekasih di sana, atau untuk anda yang sering asyik menghabiskan bateri demi lantunan MP3. Sekarang, sudah beredar jasa ngechass HP kilat. Tarifnya Rp. 3.000,- sampai penuh. Anda tinggal melepas baterinya saja untuk kemudian ditancapkan dalam sebuah alat bernama Multiple Charger. Abang pemberi jasa ini biasa membawa 3 buah multiple charger yang diletakkan diatas box keranjangnya. 1 buah bisa dibuat mencharger 3-5 bateri. Jadi nggak perlu lagi ngantre.

Jika Abang Penyedia jasa ini libur, jangan kuatir, langsung menuju gerbong restorasi, disana juga menerima jasa ngecharge HP. Minta sendiri ke awak kereta karena tidak dipasang pengumuman, seperti yang dilakukan Abang-abang keliling. Tarifnya lebih mahal, Rp. 5000,- untuk sekali ngecharge. Namun,  karena petugas tidak menggunakan Alat Multiple Charger maka anda harus siap menunggu di restorasi dan menjaga HP agar tidak diembat orang.
Untuk pengguna Eksektutif jelas tak perlu kuatir lagi. Di Toilet sudah terpasang fasilitas colokon listrik. Tapi ini hanya berlaku untuk kelas Argo, jenis lain tidak.

Masih ada harapan bila ketiga cara diatas gagal. Tunggu kereta berhenti di Stasiun Purwokerta dan Jogja untuk jalur selatan atau Stasiun Semarang, Pekalongan, dan Cirebon untuk Jalur Pantura. Umumnya Kereta berhenti 15 menit. Paling lama di Stasiun Tawang Semarang, bisa 30 menit. Untuk kebutuhan urgent kiranya waktu tersebut cukup buat ngisi pulsa di outlet-outlet stasiun. Mereka biasa memasang tarif Rp. 1000 – 2000,-. Bagi yang pengin gratisan, cari saja mushola stasiun, pura-pura sholat dan colokin kabelnya ke stekker… ()

Gambar diatas hanya ilustrasi

{ 25 comments… read them below or add one }

Kyai slamet 17 March 2009 at 10:48 pm

Pura-pura sholat! Favoritku

Reply

MQ Hidayat 17 March 2009 at 11:03 pm

Semakin hari, semakin kita diuji untuk kreatif.
Kratifitaslah yang akan bisa mebuat kita bisa bertahan hidup.

Reply

Novianto 17 March 2009 at 11:15 pm

Ya begitulah inovasi, pikiran kreatif…

Reply

sawali tuhusetya 18 March 2009 at 12:47 am

wah, makin canggih aja nih, mas novi, hehehe …. makin maju teknologi, kayaknya manusia makin dimanjakan nih.

Reply

senoaji 18 March 2009 at 1:03 am

kalo di WC umumnya mo pura2 to gak tetep aja kena charge seribu *gak nyambung aku!!!* xixiiixixixi

live event repport-nya kerennnnn….!!

Reply

tukang nggunem 18 March 2009 at 1:58 am

Cewek Pulsa itu sekalian nyediain jasa ngecas juga to?? hahahaha

Novi:Barangkali mas Panjoel mau informasikan Cewek2 Pulsa yang ada di Solo. ha ha ha

Reply

didiet 18 March 2009 at 3:07 am

Kalo kelas eksekutif gak perlu ke kamar mandi, sekarang di tiap tempat duduk sudah disediakan colokan listriknya

novi:terima kasih revisinya. sangat bermanfaat

Reply

suryo 18 March 2009 at 5:45 am

petualang seks selalu tahu perkembangan dunia seperti ini. sampai tahu tarifnya segala lagi. Aku maklum lah, ente sering di jalanan. Supir aja kesusu mampir. he…he…

Novi : saya tahu biar nggak terjerumus kaya elo yg tinggal tunggu waktunya ha ha ha…
** ada istilah lain untuk sopir = nek ngaso mampir (kalau istirahat selalu mampir ha ha ha… )

Reply

suryaden 18 March 2009 at 5:50 am

wah pengin pura-pura ngecas sekalian beli pulsa, bisa tahan lama nggak ya stekernya… walah…

Reply

Big Sugeng 18 March 2009 at 7:23 am

Tidak semua ka eksekutif ada, untuk ka gajyana yang sudah direnovasi atau yang gerbongnya direnovasi di bawah tempat minum ada tempat untuk charge , tapi waktu saya pakai bima minta tolong di charge mintanya 10 rb

Novi: untung ada pak Sugeng yg sering naik Eksekutif. tambahan infonya sangat bermanfaat. terima kasih pak.

Reply

wempi 18 March 2009 at 11:24 am

Blon pernah naik kereta nih saya :D

Reply

ipanks 18 March 2009 at 11:53 am

wiw gambar sapa tuh om?kok si adek malu ngeliatin wajahnya

Reply

4rever 18 March 2009 at 3:19 pm

emang sekarang banytak orang kreativ alias Kere aktif.

Reply

Andy MSE 18 March 2009 at 11:43 pm

“saya bukan pengamat perilaku…”
tapi ternyata pengamatane jeli polll (lmao)

Reply

dloen 19 March 2009 at 11:11 pm

ngambil gambar kapan mas?

Reply

endar 20 March 2009 at 1:17 am

abang pemberi jasa ngecas 3000 kalau cewek pemberi jasa ngecas lebih mahal ya?

Reply

ikun 20 March 2009 at 7:08 am

welah! ra bosen-bosen to cak?

Reply

IbuKu Tamparlah Wajah AnakMu 22 March 2009 at 10:49 pm

wekekekekekek………………

onok2 ae…cak novi..

mantap ni postingan. ni kayaknya oleh2 dari luar kota yaa..

Reply

On 23 March 2009 at 12:34 am

bukan pengamat prilaku ko njelasinnya smpe nritil gitu y. kayanya mas nopi pantes lo profesinya ndobel jd sosiolog macem pa sartono mukadis loh….

Reply

yummy 26 March 2009 at 3:21 pm

innalilahi…pura2 sholat????
mauuuuuuuuuuuuuuuuuuu

Reply

bangsari 31 March 2009 at 8:18 am

dadi cewek pulsane dodolan nang restorasi?

*aku ya anyaran gabung TPC kang, asliku cilacap. salam kenal…*

Reply

jamso 13 April 2009 at 3:58 pm

Copet tetep Peluang “usaha” no 1 di kereta :D

Reply

Gisoft 24 April 2009 at 8:38 am

Lah tak kira bahas cewek pulsa.. (ngeres mode : on)

Reply

Eltoro 12 August 2009 at 4:03 am

Pura-pura shalat ? cuma buat isi batre …. mending menunggu sampai rumah
.-= Eltoro´s last blog ..Jadwal Bus Patas AC Purwokerto – Yogyakarta =-.

Reply

Jhon 23 April 2010 at 11:37 am

welweh…. mending gabung saya bisnis pulsa di http://pmreload.co.cc
ato… saya jg gabung di http://bisniswebhosting2010.co.cc lebih mantep rupanya!

Reply

Leave a Comment